twitter


This Time, I m Fine :)



Roda kehidupan memang terus berputar, adakalanya kita bahagia di hari ini dan menangis di hari esok. Rasa sesal, benci dan kecewa itu mungkin hanya suatu bumbu bumbu perjalanan dalam pencatian jati diri, ya cukup dinikmati saja walupun sebenarnya perih seperti ditusuk tusuk kaca tajam.
Ada kalanya kita benar benar jatuh hingga tak mampu untuk bangkit. Tapi hal itu merupakan suatu kebodohan dan dunia pasti akan menertawakan diri kita sendiri

Bagiku ada 2 pilhan dalam hidup ini :

Pertama, adalah kita kita mampu bangkit melawan kecewa, maka disaat itu pula ada Tuhan yang membela hak kita

Kedua, adalah ketika kita kecewa lalu terpuruk dari permasalahan, jatuh dan sulit untuk bangun. Itu kasalahan yang fatal.

Tuhan itu adil, karena disela perjalanan hidup manusia. Diciptakannya dua rasa yang saling berpasangan yaitu rasa benci dan senang, rasa  suka dan kecewa, rasa pergi dan kembali. 
Semua terus berputar seiring perjalanan jarum jarum jam itu.

Memang dunia ini kejam, banyak manusia manusia penghianat yang berhati licik, dan mereka sering jadi penjajah moral bagi orang orang yang kelihatannya lugu dan polos, orang yang kelihatannya diam tak berani melawan, orang yang sabar tak berani brontak..

Gimana cara melawan orang orang seperti ini ?
Jangan dendam, jangan benci balaslah dengan kebaikan, doa dan kesabaran. Tapi emang bisa ? Ini hal yang sulit bagi ku, ketika emosi sudah menguasai logika segala bentuk carut marut akan keluar bagitu saja.
Astafirullah, sekejam ini kah mulutku, sekejam inikah firasatku, sekajam ini kah fillingku ?
Tidak, ini fakta, Mungkin Tuhan tau itu.. Itu kebohongan berlulang ulang, AKU KECEWA.
Menjerit dalam hati itu pedih
Menangis itu membuat tubuh kurang cairan
Tapi naluri hati ini yang bergejolak minta dilampiaskan.

Ya Allah, mengapa a kau ciptakan rasa BENCI ?
Aku tau, mungkin agar aku bisa mengenal dan belajar mengenai arti MENCINTAI lebih luas lagi.

Aku terlalu letih, mungkin ini lah waktunya untuk menyerah, membuarkan perasaan ini lenyap begitu saja.
Aku muak, dia terlalu kejam dan jahat.

Ikhlaslah dalam menerima walaupun sebenarnya berat dan sulit (Itu kata mereka)

Pahit getirnya kehidupan ini tak jauh dari hukum tarik menarik ibarat magnet, sebab akan terjadi bila ada akibat, Tapi Tuhan maha Adil, dia tau visi dan misi umatnya. Dia tahu ketulusan hati umatnya, Dia tahu jeritan hati umatnya. Dia teman terbaik tempat bercerita soal rasa.

Aku punya Tuhan, tak selayaknya aku  sesedih ini !
Tuhan mengiringi langkahku, Ia pembangkit jiwa

Apakah burung "pipit" pernah memikirkan pendapat orang tentang "kicauan" nya, . .
Merdu atau kah sumbang ?



Thanx God, I Love U Allah.

Writter by :  Jief Fujie

0 komentar: