Sedikit penat rasanya ketika logika dan hati dipaksakan untuk menghitung asupan gizi dan diagnosis pasien. Mungkin perjuangan tanpa usaha itu sia sia tapi aku belajar untuk menyeimbangkan semampu otakku berfikir. Terhanyut dari hitungan demi hitungan, melihat rekam medis dengan bahasa bahasa asing yang sedikit tinggi sehingga sulit untuk di mengerti, memang rumit, butuh ketelitian dan wawasan yang mendalam tentang ilmu ilmu rekam medis maupun kedoteran umum
Oh, batinku, bolehkan aku mengeluh lewat doa.
Laporan ini terlalu rumit, dimana jika salah dalam hitungan maupun diagnosisnya berpengaruh pada nyawa dan kesehatan sang pasien.
Inikah yang di namakan fokus, aku abaikan sms yang masuk, makan juga tidak teratur, kertas, buku berserakan di mana mana, sampai mandi pun lupa waktu.
Lalu, bagaimana dengan hatiku, dia dan dia...
Maaf, aku sedang sibuk sehingga lupa waktu untuk menyapamu. Tapi dalam doa ini selalu terbesit namamu dalam tidur maupun usahaku.
Ya Allah beri ia kelancaran dan mudahkan segala urusannya.
Semakin malam, edisi galaupun meningkat, aku rasa ini hal yang umum NO PROBLEM BUT HEPPY ENDING GUYS.
Writter by :
- Jief Fujie -
10 April 2013


