"Cepat buatin kopi untukku dik nanti abis itu kita ke Malioboro beli baju lebaran"
"Gimana, mau ga ?"
Begitu si Dia menyemangatiku dengan berbagai cara dan bermacam macam trik dan tekhnik agar aku mau, mau melakukan apa saja yang ia perintahkan.
Oke, tegasku. Walaupun sedikit berat karena kepalaku terlalu asik duduk bersandaran di pelataran itu sambil membaca novel kesukaanku.
Waktu itu pukul 13.00 siang, Dia yang biasa ku panggil dengan sebutan "IPIR" sedang asik melakukan aktivitas rutin mengurusi bisnis onlene kesayangannya, yaitu bisnis Perciqyand Tiket Pesawat.
Dulu 6 bulan melewati masa masa pacaran aku dan dia mempunyai rencanan dan komitmen untuk membuka bisnis kecil kecilan. Kami memulai semuanya dari nol, dan itu adalah pertama kalinya kami belajar dan memulai berwirausaha. Semuanya berawal dari suatu planing sederhana, dengan modal patungan,hasil di bagi dua.
Mengapa "Perciqyand"?
Aku rasa nama "Percqyand" adalah 1 nama yang cuma ada di belahan dunia ini dan itu milik aku, dan dia.
Berbicara tentang ipir, banyak sekali kelebihan dan keunikan yang ia miliki, menurutku Dia adalah sesosok laki laki yang cerdas, cerdas dalam artian membesarkan nama Perciqyand yang semua di kelola sendiri dari start awal pembentukan nama, proses pembuatan webside, eksekusi issued. Belajar jadi marketing/akuntan/publisher/admin itu ia lakukan dengan cara autodidak.
Sedangkan aku, yang biasa Ia panggil Qyqy, mira, irma, bosok, peranku disini tdak sebesar ipir dalam hal mengelola bisnis, dalam hal bisnis aku mencoba belajar menjadi marketing yang baik untuk urusan promosi ke teman temanku, secara 80 % teman teman adalah anak anak yang notabenenya berdomisili di luar pulau jawa.
Menjadi seorang marketing sih asyik tapi sulit dijalani. Peran marketing dalam sebuah usaha memang sangat di nomorsatukan, tapi banyak kendala yang di hadapi di lapangan, terutama dalam hal mengajak dan meyakini seseorang untuk membeli produk kita. Konsumen dengan seribu karakterlah yang membuat saya sadar bahwa mencari uang itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Saya pernah mendengar sebuah pepatah lama yang mengatakan bahwa :
Jangan gengsi, kalau ingin jadi orang kaya
berpegang dari prinsip ini, dan banyak belajar dari orang orang sukses semoga menjadikan saya, kamu bahkan kita semua bisa megikuti jejak jejak kesuksesan mereka.
Jadi kesimpulannya begini syarat mutlak untuk menjadi orang sukses adalah
Cukup dimulai dari Niat, Yakin dan Action
By : Jief Fujie

