Seperti biasa dan selalu berlangsung dimalam malam selanjutnya imsomnia akan terus menjadi teman sejati.
Alternatif terbaik sebagai pengantar tidur malam ini adalah dengan menulis, menulis apa saja yang bisa ditulis.
Dimana buku buku, kertas kertas, serta tisu masih tetap berserakan di kamar yang sedikit sesak dengan banyaknya tumpukan novel, bahkan buku mata kuliyah sekalipun.
Suatu pemandangan yang sangat mengindahkan ketika bisa merebahkan badan ke tempat tidur ini, beda dari biasanya, hari ini aku melihat ada banyak lampu lampu yang lebih terlihat berwarna warni, sungguh indah, dan aku suka. Belum lagi ikan ikan yang tidak ada penatnya berenang renang didalam aquarium itu, ikan ikan itu terlihat bersahabat, seperti tidak ada beban, mereka terus berenang tidak peduli siang ataupun malam.
Kali ini ingatanku tertuju pada pesan ibu sebelum dulu aku berangkat ke kota pelajar ini . Ibu sering menasehatiku tentang sholat, makan, berteman dan kesehatan. Dia memang ibu terbaikku, teman istimewa dan wanita terhebat yang pernah ku temui.
Tidak terasa setelah hampir 3 tahun 5 bulan aku menuntut ilmu di kota pelajar ini, sekarang telah tiba saatnya aku di garis finish menyelesaikan tugas akhir yang biasa di sebut dengan skripsi, sebagian orang mengatakan "Skripshit" entah mengapa demikian, mungkin setiap orang bahkan mahasiswa angkatan akhir sekalipun memiliki pandangan yang berbeda tentang skripsi.
Sebenarnya mengerjakan skripsi bukan lah suatu hal yang rumit, tetapi disaat itulah kita perlu belajar mengahrgai waktu, membagi waktu, bersabar menunggu konfirmasi untuk konsultasi dengan dosen pembimbing. Semua berjalan apa adanya, dan tergantung pada lunak lembutnya seorang mahasiswa dalam mengejar sang dosen.
-Jief Fujie-
29 Juni 2013
Alternatif terbaik sebagai pengantar tidur malam ini adalah dengan menulis, menulis apa saja yang bisa ditulis.
Dimana buku buku, kertas kertas, serta tisu masih tetap berserakan di kamar yang sedikit sesak dengan banyaknya tumpukan novel, bahkan buku mata kuliyah sekalipun.
Suatu pemandangan yang sangat mengindahkan ketika bisa merebahkan badan ke tempat tidur ini, beda dari biasanya, hari ini aku melihat ada banyak lampu lampu yang lebih terlihat berwarna warni, sungguh indah, dan aku suka. Belum lagi ikan ikan yang tidak ada penatnya berenang renang didalam aquarium itu, ikan ikan itu terlihat bersahabat, seperti tidak ada beban, mereka terus berenang tidak peduli siang ataupun malam.
Kali ini ingatanku tertuju pada pesan ibu sebelum dulu aku berangkat ke kota pelajar ini . Ibu sering menasehatiku tentang sholat, makan, berteman dan kesehatan. Dia memang ibu terbaikku, teman istimewa dan wanita terhebat yang pernah ku temui.
Tidak terasa setelah hampir 3 tahun 5 bulan aku menuntut ilmu di kota pelajar ini, sekarang telah tiba saatnya aku di garis finish menyelesaikan tugas akhir yang biasa di sebut dengan skripsi, sebagian orang mengatakan "Skripshit" entah mengapa demikian, mungkin setiap orang bahkan mahasiswa angkatan akhir sekalipun memiliki pandangan yang berbeda tentang skripsi.
Sebenarnya mengerjakan skripsi bukan lah suatu hal yang rumit, tetapi disaat itulah kita perlu belajar mengahrgai waktu, membagi waktu, bersabar menunggu konfirmasi untuk konsultasi dengan dosen pembimbing. Semua berjalan apa adanya, dan tergantung pada lunak lembutnya seorang mahasiswa dalam mengejar sang dosen.
Juli, Agustus, September dan Oktober.
Bulan bulan penuh tanda tanya
Juli, bulan dimana deadline pendadaran skripsi di ketuk palukan pada tanggal 27 July 2013
Agustus, tepatnya pada tanggal 31 Agustus masa masa yudisium, itu artinya penerangan tentang wisuda telah di pastikan.
September, belum ada bayangan tentang bulan itu, entah apa yang akan terjadi ?
Entahlah,
Oktober, Gelar Sarjana Gizi akan segelah melekat di belakang namaku. Perjuangan pahit manis keluh kesah yang terlewatkan semoga berbuah manis.
Itu harapan ibu, semoga aku mampu membahagiakannya setidaknya dengan gelar Sarjana Gizi ini.
Insya Allah atas doa restu dan usahaku AKU BISA IBU, PERCAYALAH.
-Jief Fujie-
29 Juni 2013

