Menyambut malam dengan penuh tanda tanya, gerimis hujan setia membasahi genteng itu, sesekali ku pandangi satu persatu percikan airnya, basah, dingin bercampur aduk menjadi satu seirama dengan malam yang kelihatannya semakin larut.
Seperti biasa, waktu itu aku masih setia terduduk manis di depan layar kaca, mengikuti gerak gerik tangan yang tidak berhenti untuk merangkai huruf demi huruf, kata demi kata mengubahnya menjadi suatu bentuk yang mudah di mengerti.
Ku rasa, biarkan mengalir apa adanya berjalan sesuai dengan aliran, berharap imaginasi semu ini tidak akan mati di telan malam.
ini hanya masalah waktu. mendapati bagian hidup yang terkadang membosankan, bukan lagi hal yg serius untuk ditanggapi. hidup memang begitu.
Dengan sekitika ku pandangi sebuah ponsel cina yang bisa ku pakai untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman teman terdekatku, sederhana sekali, di zaman yang serba modern dengan teknologi canggih orang orang khusunya remaja sebagian besar menggunakan gadget blacberry, android atau i phone, Tapi aku tidak. Menurutku tidak ada masalah dalam hal ini, yang penting aku bisa berkomunikasi lancar dengan emakku, begitu tegas batinku.
Well thats oke.
Tiba tiba ada 1 pesan masuk dengan lekasnya aku membuka message itu.
"Kata mamakku kakak masuk koran haluan kepri"
lalu dengan segera aku Reply "Ah masak ci ?"
"Iya beneran, kemaren kakak ada ngirim artikel ya di koran tersebut ?"
Iya cut,,
Cicut adalah sebutan untuk adik angkatku cici, anaknya cerdas dan baik hati, itu makanya senang sekali berteman dengannya.
Mendengar kabar tersebut, batinku cukup senang, padahal ini artikel perdana yang aku tulis dan berawal dari sebuah keisenganku mengisi waktu luang selama libur ini.
Kali ini ku coba menelfon emak, dan mengabarkan kabar gembira ini. Emak sangat bahagia mendengarnya.
Dengan segera ia membeli koran di toko terdekat rumah.
Lembar demi lembar ia buka, bersama adikku mira dan nisa.
------------------------------------ BERSAMBUNG -------------------------------------------
Seperti biasa, waktu itu aku masih setia terduduk manis di depan layar kaca, mengikuti gerak gerik tangan yang tidak berhenti untuk merangkai huruf demi huruf, kata demi kata mengubahnya menjadi suatu bentuk yang mudah di mengerti.
Ku rasa, biarkan mengalir apa adanya berjalan sesuai dengan aliran, berharap imaginasi semu ini tidak akan mati di telan malam.
ini hanya masalah waktu. mendapati bagian hidup yang terkadang membosankan, bukan lagi hal yg serius untuk ditanggapi. hidup memang begitu.
Dengan sekitika ku pandangi sebuah ponsel cina yang bisa ku pakai untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman teman terdekatku, sederhana sekali, di zaman yang serba modern dengan teknologi canggih orang orang khusunya remaja sebagian besar menggunakan gadget blacberry, android atau i phone, Tapi aku tidak. Menurutku tidak ada masalah dalam hal ini, yang penting aku bisa berkomunikasi lancar dengan emakku, begitu tegas batinku.
Well thats oke.
Tiba tiba ada 1 pesan masuk dengan lekasnya aku membuka message itu.
"Kata mamakku kakak masuk koran haluan kepri"
lalu dengan segera aku Reply "Ah masak ci ?"
"Iya beneran, kemaren kakak ada ngirim artikel ya di koran tersebut ?"
Iya cut,,
Cicut adalah sebutan untuk adik angkatku cici, anaknya cerdas dan baik hati, itu makanya senang sekali berteman dengannya.
Mendengar kabar tersebut, batinku cukup senang, padahal ini artikel perdana yang aku tulis dan berawal dari sebuah keisenganku mengisi waktu luang selama libur ini.
Kali ini ku coba menelfon emak, dan mengabarkan kabar gembira ini. Emak sangat bahagia mendengarnya.
Dengan segera ia membeli koran di toko terdekat rumah.
Lembar demi lembar ia buka, bersama adikku mira dan nisa.
------------------------------------ BERSAMBUNG -------------------------------------------

