twitter


Ini kota unik, kota seribu karakter, kota wisata, kota budaya, kota seribu masalah, maka tidak heran jika setiap hari ada saja hal hal yang aku anggap sedikit tragis, lucu dan menyenangkan.
Pagi ini tidak biasanya aku bangun pagi dan mandi. Tidak mengerti entah ada angin apa, mengapa bisa aku bertingkah aneh seperti ini. 


Tiba tiba pandanganku tertuju pada batu karang dan keong coklat itu. Walaupun kecil tapi kenangannya besar, ya menurutku seperti itu. Dua benda mati tersebut terlihat bisu, tidak menujukkan gerak gerik kehidupan, mungkin wajar karena yang tersisa cuma sarangnya. Aku mengganggapnya sebagai intermezo yang hanya numpang lewat ketika ke dua bola mataku tertuju pada benda itu, dan hanya saja mungkin ketika bisa hidup kembali ia (benda itu) cuma bisa ternyum melihat kelakuanku di kamar kecil ukuran 3x4 meter ini. Warna cat dindingnya kuning dan di hiasi hasil karya jepretanku membuat suatu bentuk kenyamanan tersendiri ketika aku duduk dan terlelap di kamar kecil ini.
 Dinding dinding yang penuh dengan tulisan dan coretan kegalauanku terus melekat di situ. Aku tidak peduli dengan omelan bapak kost ketika ia tahu bahwa dinding kamarnya aku coret. hehehe, sedikit nakal no problem yang penting aku senang, begitu ucap egoisku dalam hati.

Sementara di sudut sana terlihat sepasang laki laki yang sedang sibuk mengotak atik PC nya, aku rasa mereka sedang mengerjakan tugas atau sedang online, mungkin bisa saja begitu. Kelakuan laki laki terkadang memang sulit di tebak.

Astaga, adik kecil itu dengan baju yang compang camping, entah dimana iba dan ayahnya, mengapa pagi pagu sudah meminta minta ? mbak, minta uang untuk beli buku ? begitu katanya. Kasian sekali adik itu.

Adalagi seorang wanita SMA yang sedang bersenda gurau dengan teman teman sebayanya, sambil menghisap sebatang rokok MARLBORO, kelihatannya memang agak keren. Ini hal biasa yang sering terjadi di kota ini. Justru sebagian laki laki cukup senang melihat wanita yang menghisap rokok, katanya sih keren dan berkarisma. Entah dari sudut mana mereka melihatnya, Yabebas setiap orang punya penilaian tersendiri tentang ini dan itu.

Dan Aku sendiri masih tetap bersahabat dengan keyboard ini, menulis dari huruf demi huruf dan merangkainya ke dalam bentuk tulisan dan cerita. Ketika tidak adalagi aktifitas yang ku anggap penting, mungkin dengan cara duduk di depan cermin menjadikan batinku sedikit lebih tenang. Sembari memperhatikan kelakuan kelakuan orang orang yang ada di sekitarku. Mereka cukup menginspirasi, membangkitkan adrenalinku untuk berimaginasi.

Yogyakarta, 15 Mei 2013
Jief Fujie

0 komentar: