Kalimat di atas adalah bahasa yang paling tepat ketika seseorang berada di dalam lingkaran hitam atau sebut saja zona tidak nyaman. Kenapa tidak, ya, karena setiap dihadapkan oleh suatu problem yang berat seringkali seseorang merasa hidupnya tidak adil. Menangis, marah, protes. Anggap saja itu hal yang wajar. Terkadang kegagalan membuat seseorang menjadi trauma untuk memulai lagi dari nol. But, itu jalan yang salah.
Sesat di saat gagal itu pemikiran yang bodoh. Percayalah, dunia akan menertawaimu
Lantas apa harus diam begitu saja ? Tidak, kau butuh energi positif untuk bangkit. Jangan biarkan sugesti negatif hadir dalam pikiranmu.
Hanya saja kau butuh waktu untuk merubah Planing dalam hidupmu.
Begini "Jika planing A gagal dari awal maka, kamu harus menyiapkan mental untuk bertindak melakukan Plan B, C, D, E atau sampai plan Z. Semuanya ditempuh dengan cara mengikhlaskan hal yang lampau, dan menumbuhkan semangat serta energi baru.
Kata kata motivasi sekalipun tidak akan mampu mengubah hidupmu jika hanya sekedar di baca. Semua tidak terlepas dari action dan niat positif.
Lingkungan yang baik menentukan pengaruh positif dalam hidup.
Jika saya gagal hari ini, pastikan ini adalah ending kegagalan dalam hidup saya "ucapkan dalam hati"
Tuliskan semua keluhanmu lewat tulisan dan doa. Jangan pernah mengeluh di media sosial, karena media sosial adaah sarangnya orang orang yang senang menertawai kegagalan. Gitu.
Writter by : Fuji Qadariah, S.Gz


.jpg)
