twitter



Kali ini saya tidak memikirkan lagi kata kata skripsi, kebaya, toga dan wisuda. Yang di fikirkan adalah bagaimana caranya agar orang tua tidak lagi mengirim uang bulanan. 

Metamorfosa kehidupan, semua butuh waktu, proses, sudah saatnya memulai dari NOL, memulainya dari sekarang. Because I wanna lead a happy life. Bismillahirrahmanirrahim,

-Fuji Qadariah-




Terlihat jelas di garis wajahnya, lugu, terkadang polos, belajar mengenal hidup yang kadang rumit, kisah cinta yang pedas, hari hari yang keras, hati yang tulus berhasil menjadikan ia sebagai wanita hebat nomor dua setelah ibuku. 
Pantang menyerah dengan semangat yang menggebu, mengapa ? karena ada harapan di pundaknya. 

Ada bintang yang harus ia petik, lewat karya, lewat langkah yang akan mewujudkan mimpinya. Dan dia adiku ! 
Never give up on something you really want !

-Fuji Qadariah



Sisihkan 15 menit untuk menulis, mengikuti alur maju dan mundur pemikiran. Setidaknya ada usaha untuk meluruskan fikiran yang kadang kadang sempit, rumit dan melengkung hingga akhirnya butuh penggaris untuk diluruskan. 

 Ya saya namakan ia penggaris imaginasi. Karena tidak semua orang bisa memahami maknanya. Terkadang, justru ia yang punya hatilah yang mampu mengeja kata kata ini satu persatu. 

Sekali lagi saya tegaskan sudut pandang kita sangat berbeda kawan !
-Fuji Qadariah-




KATA PENGANTAR

           Puji dan syukur  kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan perlindunganNya penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik dan tepat waktu.
          Dalam penyusunan skripsi ini penulis dibantu oleh banyak pihak. Penulis mengucapakan terima kasih yang sebesar besarnya kepada : 

    1. Ibu Farissa Fatimah, S.Gz. M.Sc, selaku Ketua Program Studi S1 Ilmu Gizi di Universitas Respati             Yogyakarta yang telah banyak sekali memberikan bantuan baik berupa motivasi, semangat dan dukungan terhadap penyelesaian skripsi saya.
 
3 2. Ibu dr. Ratna Dewi Puspita, M.Sc, selaku pembimbing I yang telah banyak memberi bantuan baik berupa masukan ide, waktu dan dukungan dalam penyempurnaan skripsi ini.
4 
    3.  Ibu Silvia Dewi Styaningrum, S.ST. M.Kes, selaku pembimbing II yang telah meluangkan banyak waktunya untuk memberikan masukan ide, motivasi dan dukungan dalam penyusunan skripsi ini.

5 4. Semua pihak SDN Babarsari Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah memberi bantuan, waktu, dan tempat untuk melakukan penelitian ini.

65.  Kedua orang tua tercinta (Ayah dan Ibu) yang tiada hentinya memberikan doa, restu dan semangat. Mereka adalah pahlawan sejati, karena berkat mereka aku bisa lahir di dunia ini hingga akhirnya bisa membaca, menulis, dan mewujudkan mimpiku menjadi seorang Sarjana lewat perantara  penyusunana skripsi ini.

76.  Abangku tercinta (Bripda Hedri & Firman) yang selalu memberikan dukungan, nasehat dan mengajarkan banyak hal tentang betapa pentingnya arti semangat dalam penyusunan skripsi ini.
8
  7. Adikku tercinta (Fitry, Mira dan Nisa). Mereka adalah bagian dari hidupku. Fitri Hardiyanti yang selalu memberikan motivasi dan semangat. Mira dan Nisa yang senantiasa mendoakanku disela-sela sholatnya. Doakan kakakmu ini semoga bisa membelikan camera dan apapun yang kalian mau ya.

  8. Sahabat-sahabat terbaik dan teman-teman tercinta yang tidak bisa disebutkan satu persatu, yang selalu memberi semangat dan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini.

19. Teman-teman Asrama Putri Kabupaten Lingga, KEPRI yang senantiasa memberikan dukungan dan semangatnya.

110. Teman-teman seperjuangan kelas A 6.1 UNRIYO yang saling memberi dukungan dan semangat. Suka duka menjadi mahasiswa ilmu gizi tidak akan terlupakan bersama kalian. 

  11.  Almamaterku Universitas Respati Yogyakarta. Walaupun mahal tapi disitu aku banyak belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu tentang kehidupan. 
 
112.  Hadi Permana (My Perciqyand) kamu memang tidak sempurna, tapi kamu berhasil menyempurnakan    hari-hariku lewat motivasi, pengorbanan, ide dan semangat. Terima kasih ipir.

   Penulis menyadari, bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan penulis.
    Akhir kata penulis ingin mengucapkan terima kasih dan selamat membaca.


                                                                                                                              Yogyakarta, 22 Agustus 2013
                                                                                                                                                             


                                                                                                                                                      Fuji Qadariah


Ketika tidak bisa menulis seseorang akan  mencoba sedikit demi sedikit menata kalimat. Memainkan fikiran, menggerakan imaginasi dan mengikuti kemana huruf  huruf ini pantas untuk berhenti kepada suatu titik
.
Apa iya, kau mengerti ? Aku tau kau pasti bingung, biarkan saja fikiranmu berputar putar menembus batas kesadarmu.

Coba pahami lebih dalam lagi tentang apa yang berhasil kau lihat dengan matamu, huruf huruf ini, angka angka ini, terkadang ia terlihat tidak bermakna, kau abaikan, karena ia begitu kaku, karena apa, karena kau tidak pernah membacanya lewat hati !

Terkadang pandangan ini terlihat gelap, suram, kabur dan  samar samar. Jadi wajar jika apa yang tertulis sedikit tidak dimenegrti.

Ketika fikiran membantingkan logikaku untuk mengingat kejadian kejadian rumit waktu itu. Hanya sebatas say hallo saja, kadang ia menggenggam jemariku dengan lembut akupun terbuai tapi setelah itu seolah olah ia mengempaskan jemariku.

Merasa haus akan sebuah perhatian yang dulunya setebal kertas revisian skripsiku. Kini menjadi tipis, lebih tipis dari biasanya. Aku janji tidak akan membuangnya, paling saja akan kusimpan dalam kotak seperempat ini dan hanya orang orang  yang tidak punya hati saja yang berani merampasnya dariku. Itu terserah mereka,
Kecewa adalah sebuah kewajaran kecil, hanya saja ia terlihat sedikit kusam karena tidak adalagi guratan  di selipan senyuman !

Ketika pagi, ketika rasa yang kusam, ketika itu aku harus berjalan tanpa henti, mencari tujuan.
Semoga setiap detik akan membentukmu menjadi seonggok molekul molekul kebahagiaan.
Dan,
Doaku tetap menyertaimu !

-Fuji Qadariah-


Dedication of life :

Saya adalah manusia biasa. Saya dus tidak sempurna. Sebagai manusia biasa saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada Bangsa. Itulah Dedication of Life ku.
Jiwa pengabdian inilah yang menjadi falsafaf hidupku, dan menghikmati serta menjadi bekal hidup dalam seluruh gerak hidupku. Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa. Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini, saya merasakan hidupku bahagia dan manfaat
 
Soekarno 10 September 1966.

“Kekuasaan itu tidak abadi, ia seperti daun yang gugur dan diganti daun yang baru, tugas generasi tua-lah yang memberikan jalan pada generasi muda untuk meneruskan sejarah”. 


Dimana bumi berpijak, kenyamanan tetaplah harga mati. Aturan boleh saja di buat tapi kepada siapa dan untuk siapa ?
Ada yang bilang "Ayah kaya raya, anak jadi raja"

Lingkungan boleh saja menganggap siapa anda dan seperti apa latar belakang keluarga anda. Untuk kaya, semua orang sangat mungkin bisa menjadi kaya. Untuk kaya hati siapa yang bisa ?
Itulah perlunya pergaulan dengan berbagai karakter manusia. Memanusiakan orang lain mungkin jauh lebih mudah ketimbang memanusiakan diri sendiri.

Terlahir sebagai seorang anak kampung, sebaiknya juga perlu pembeljaran mengenai etika.
Etika kepada siapa anda bicara.
Etika kepada siapa anda membuat praturan.

Beralih kepada pepatah lama yang mengatakan bahwa
Ketika anda sopan kamipun segan

-Fuji Qadariah-
 


Bahkan terkadang mereka sempat tidak tidur, mengerjakan atribut atribut ospek yang cukup menggilakan, membongkar ulang bagian bagian atribut yang rusak dan tersobek, membeli makanan yang di teka tekikan oleh kakak pembina ospek, takut kesiangan, menunjukkan kedisiplinan yang terbaik hanya karena takut kena hukuman.
Sejatinya, kakak senior tidak pernah salah, jika kakak senior salah kembali ke pasal pertama. Itulah semboyan panitia ospek yang dari dulu hingga sekarang tidak pernah lekang di telan waktu. Dan saya yakin semua mahasiswa pasti pernah mengalaminya. Masa masa ospek merupakan masa dimana fase fase konyol pun dimulai dengan edisi mencari teman baru dan bahkan edisi pacar baru di pertemukan. Sangat menyenangkan.
Oke tetap semangat kepada adik adiku yang sedang menjalankan kegilaan ospek. Pahitnya hanya sementara, tapi kesannya mungkin tidak bisa dilupakan, semua tergantung dari bagaimana kalian menarik maknanya.
Perkara ospek memang gila, tapi seru !
Salam Mahasiswa Maba

-Fuji Qadariah-


Mungkin nilainya tidak seberapa jika dibandingkan dengan teman teman yang berIPK tinggi sekalipun (Comlaoude). Tapi saya sangat menikmati prosesnya. Lika liku tentang suka duka menjadi seorang mahasiswa telah saya dapatkan selama 4 tahun ini, sedikit legit dan pedas. Perjalanan hidup yang panas, hari hari yang keras, semuanya berkolaborasi menjadi bentuk kenangan yang tentunya tidak bisa terlupakan. Terima kasih saya ucapkan kepada kedua orang tua, keluarga, teman teman terdekat, dosen dosen terbaik, kampusku almamaterku yang tentunya telah berperan besar dalam hal ini. Alhamdulillah, semoga disela suka dukanya perjalanan kuliyah saya tersimpan masa depan yang lebih baik. Intinya tidak ada perjuangan yang sia sia. Kita boleh saja mengeluh tapi ingat Semangat hidup tetap harga mati !

-Fuji Qadariah-


Skripsi gagal ACC hanya karena banyak kalimat kalimat dan tanda baca yang lari dari EYD. Ketika Sarjana dipertanyakan. Itulah kalimat dari pembimbing saya yang katanya "jangan sepelakan hal kecil, jangan sepelekan huruf dan angka, jangan sepelekan pemenggalan kaliamat" .

Pembimbing terbaik selalu mengingatkan hal kecil, termasuk dalam hal penulisan.
Walaupun prosesnya lama saya menikmati prosesnya dan alhasil endingnya pun 
sangat memuaskan.

Terima kasih ibu dosbing, lika liku nyekripsi memang konyol untuk dilupakan dan yang pastinya menyenangkan. Alhamdulillah